Posted by : Reza ismail putra
Tuesday, May 6, 2014
Membuat film yang bagus dan menarik adalah tantangan bagi sutradara.
Tentunya jika ingin karyanya diminati dan disukai oleh banyak orang, para
pekerja seni harus membuat film dengan unik, anti-mainstream, dan lain
sebagainya.
Lantas bagaimana jika mereka membuat film namun justru menimbulkan
banyak kontroversi di dalam masyarakat? Ada yang kontroversi karena unsur
kekerasan, politik, sex, menyinggung agama, dan lain sebagainya. Nah,
kini RB akan
menyajikan 12 film paling kontroversi sepanjang sejarah. Simak ulasannya di
bawah ini...
Innocence of Muslims hingga kini masih heboh diperbincangkan. Film
yang dinilai menghina agama Islam dan Nabi Muhammad ini menimbulkan protes di
berbagai belahan dunia hingga menimbulkan kerugian besar sampai jatuhnya korban
jiwa sejak 11 September. Kantor Konsulat AS di Benghazi, Libya, misalnya,
sampai dibakar dan menewaskan 4 orang, termasuk Duta Besar Christopher Stevens.
Menteri Perkeretaapian Pakistan Ghulam Ahmad Bilour pada Sabtu lalu bahkan
menawarkan hadiah sekitar 900 juta Rupiah untuk orang yang berhasil membunuh
pembuat Innocence of Muslims sambil mengajak Taliban dan Al Qaeda ikut
bergabung dalam misi pencarian itu. Siapakah pihak di balik film itu?
Dia adalah Nakoula Basseley Nakoula yang menggunakan nama samaran Sam
Bacile, warga Southern California, Amerika Serikat. Setelah diperiksa oleh
pemerintah federal Jumat (14/09) malam lalu, sampai sekarang Nakuola menghilang
bersama seluruh keluarganya, meninggalkan rumah mereka di Cerrittos, Los
Angeles.
Menurut pengakuan para pemeran film berdurasi 13 menit itu, pada
awalnya Innocence of Muslims bergenre drama dengan judul Desert Warriors. Film
itu sendiri seharusnya bercerita tentang peristiwa kuno yang terjadi 2 ribu
tahun lalu. Penulisan skrip berubah drastis. Jika saat syuting Muhammad disebut
"Master George", setelah proses produksi pengisi suaralah yang
berperan mengubahnya. Para pemain mengaku tidak tahu sama sekali jika film yang
mereka bintangi akan jadi seperti yang mereka saksikan di YouTube.
Di Indonesia sendiri akses menuju film Innocence of Muslims sudah
ditutup berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik karena mengandung unsur yang menyinggung SARA. Walaupun
begitu, sampai saat ini kita masih bisa melihat film ini melalui Google maupun
YouTube karena sulitnya melacak film yang makin hari banyak diunggah orang.
2. ? (Tanda Tanya), 2011
Film karya Hanung Bramantyo yang rilis awal April tahun lalu ini
mengangkat tema pluralisme agama, dan langsung mendapat kecaman dari beberapa
pihak karena dinilai mendiskreditkan Banser yang dalam film digambarkan sebagai
sosok yang mudah cemburu dan berpengetahuan sempit. Beberapa adegan dalam film
pun dianggap terlalu sensitif, walau ada pula yang memilih bersikap netral
dengan alasan tiap orang bebas menafsirkan makna film tersebut.
Itu pulalah yang sebenarnya Hanung harapkan, sesuai dengan
judulnya, ? (Tanda Tanya), Hanung ingin penonton menafsirkan sendiri pesan apa
yang bisa dipetik dari film yang dibintangi Reza Rahadian dan Revalina S. Temat
itu. Film ini juga sempat mendapat kecaman dari FPI hingga membuat penayangan
perdananya di salah satu stasiun televisi swasta dibatalkan. Walaupun begitu,
kontroversi film ini tidak sampai menimbulkan kerugian apalagi jatuhnya korban.
3.Cin(t)a, 2009
Cin(t)a berkisah tentang cinta beda suku dan agama antara Cina,
mahasiswa 18 tahun beretnis Batak Cina, dengan Anissa, mahasiswi muslim Jawa
berusia 24 tahun. Di dalamnya banyak dialog cerdas yang membahas banyak hal,
dari perkuliahan, kehidupan, hingga Tuhan. Film ini menegaskan bahwa Tuhan
adalah karakter yang paling tak bisa ditebak. Dan, Tuhan dipercaya mencintai
semua umat-Nya, termasuk Cina dan Annisa, tapi Cina dan Annisa tidak dapat
saling mencintai karena mereka menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda.
Film garapan Sammaria Simanjuntak bersama para sineas independen
Bandung ini juga langsung mengundang perdebatan dari beberapa pihak karena
mengangkat tema yang sensitif, SARA, tapi juga sangat menarik karena isu
sensitif ini dihadirkan dengan cerdas dan matang hingga berhasil mendapatkan
Piala Citra untuk Skenario Asli Terbaik. Trailer film ini dikeluarkan awal
April 2009 melalui YouTube dan diputar perdana di London pada 29 Mei-nya. Dari
beragam reaksi positif, reaksi negatif pun bermunculan, salah satunya yang
menganggap film ini mendorong pernikahan antaragama.
4. Fitna, 2008
Masih ingat dengan film dokumenter Fitna karya Geert Wilders ini?
Berbagai kalangan bersikap reaktif begitu Fitna muncul ke publik lewat internet.
Tak cuma umat muslim, umat beragama lain dan banyak komunitas menyampaikan
keprihatinan mereka. Belanda, negara tempat film ini berasal, otomatis jadi
sasaran protes. Padahal, film ini sendiri juga mendapat kecaman di Belanda.
Dalam film berdurasi 15 menit itu, cuplikan kejadian dari peristiwa penyerangan
World Trade Center (WTC) di New York pada 11 September 2001, pengeboman kereta
api di Madrid, Spanyol (2004), pembunuhan Theo van Gogh (2004), sampai pidato
para tokoh garis keras muslim dikompilasikan dengan selipan potongan ayat
Alquran, sehingga kekejaman dan kekerasan terkesan identik dengan Islam.
Film ini dibuat Wilders yang menganggap agama Islam berbahaya,
sehingga orang harus lebih waspada. Kontan Fitna dinilai sebagai film
propaganda yang memojokkan agama Islam lewat kutipan ayat Alquran yang
digunakan tidak pada tempatnya.
5. Da Vinci Code, 2006
Film ini diangkat dari novel karya Dan Brown yang kontroversial,
sehingga baik novel maupun film ini mengundang kecaman dari umat Nasrani. Menceritakan
pembunuhan seorang orator museum yang berujung pada terungkapnya suatu misteri
yang tak bisa diterima umat Nasrani, yakni bahwa Maria Magdalena adalah istri
Yesus dan Yesus memiliki keturunan, film ini langsung mendapat bantahan dari
berbagai pihak. Dari novel ini saja terbit puluhan judul buku yang isinya
menyanggah penemuan Dawn Brown tersebut.
Film ini digarap dengan kaidah sinematografi sehingga layak jadi
tontonan, lepas dari penafsiran Dan Brown yang kontroversial. Ditempatkan
sebagai hiburan, semua orang mungkin bisa menerimanya. Tapi, jika dilihat dari
sudut pandang lain yang berpautan dengan keyakinan dasar seseorang, sepertinya
harus dipikirkan ulang untuk mempercayai paparan Brown begitu saja. Toh, tiap
orang memang punya sudut pandang dan kepercayaannya sendiri. Dan sebuah novel
atau film seharusnya tak cukup kuat mengusik kepercayaan seseorang itu.
6. Bad Wolves, 2005
Film Bad Wolves garapan sutradara Richard Buntario ini sempat
membuat Polda Metro Jaya melayangkan surat ke Lembaga Sensor Film karena
menilai film action yang mengangkat kehidupan antargeng itu menyinggung SARA
dan porno aksi, juga mempertontonkan cara mengisap shabu-shabu.
Adegan-adegannya pun dinilai terlalu sadis, sarat dengan kekerasan. Sebagai
tindak lanjutnya, LSF pun melakukan penyuntingan ulang film yang dibintangi
Zack Lee, Ivan Gunawan, dan Sultan Djorghi itu, yang Richard nilai berlebihan.
Namun, film ini tak sampai ramai dibicarakan masyarakat karena “gaung”-nya pun
kurang terdengar.
7. I Spit On Your Grave
Ini adalah film yang dibuat pada tahun 1978 dengan genre revenge.
Film ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Jennifer yang diperankan
oleh Camile Keaton. Dia merupakan seorang penulis yang ingin menyelesaikan
naskah novelnya dengan tenang. Sehingga Jennifer memilih untuk menyendiri di
sebuah kabin terpencil di pinggiran kota. Namun saat berada di kabin itu, dia
diserang dan diperkosa oleh segerombolan pria. Mengalami kejadian itu, Jennifer
memilih untuk tetap berada di dalam kabin untuk menyusun rencana balas dendam.
Dia ingin membunuh para pelaku yang telah melecehkannya.
Film ini diberi rating 'X' dan dibanned di negara Inggris dan
Jerman karena menampilkan adegan pemerkosaan yang memilukan serta kekerasan
sadis. Tak hanya itu, film ini menjadi kontroversi karena dianggap merendahkan
martabat seorang wanita.
8. The Exorcist
Berikutnya adalah film berjudul 'The Exorcist', yang dirilis pada
tahun 1973. Film ini dianggap sangat kontroversi karena menyinggung SARA.
Bertema horor, fil The Exorcist menceritakan seorang gadis berusia 13 tahun
yang mengalami kesurupan. Kesurupan itulah yang paling banyak dikecam oleh
masyarakat dunia. Sebab gadis bernama Regan ini saat kesurupan menunjukkan
adegan masturbasi dengan menggunakan salib dan memaki-maki Tuhan. Film ini
dicekal di Inggris kala itu. Bahkan sang pemeran Regan sampai harus dikawal
oleh bodyguard selama berbulan-bulan karena banyak pihak yang percaya dia
benar-benar terkutuk oleh setan.
Pemuka agama menilai bahwa The Exorcist merupakan film horor
paling seram sekaligus dikutuk sebagai film penyebar setan, meskipun sebenarnya
alur cerita film ini adalah tentang perjalanan keyakinan dari tempat gelap ke
terang.
Mungkin ini adalah yang paling buruk. Film dengan judul Salo or
the 120 Days of Sodom ini dirilis pada tahun 1975. Menceritakan tentang 4 orang
penguasa di sebuah negara, yaitu Presiden, tokoh agama, tokoh hukum, dan tokoh
bangsawan. Mereka berempat memiliki hasrat abnormal. Mereka menculik 18 remaja
dan memperlakukannya seperti binatang. Keempat penguasa itu menyiksa secara
sadis dan bahkan memerkosanya dengan berbagai macam gaya. Sama sekali tidak
mencerminkan rasa kemanusiaan. Bahkan adegan seks yang ditampilkan sangat tidak
wajar dan sungguh memilukan.
Film ini tidak memiliki narasi, tidak ada karakter development
atau progres cerita yang normal. Sehingga, saat Anda menonton film ini akan
seperti menyaksikan sebuah dokumenter penyiksaan para penguasa pada manusia
lemah. Hal itulah yang membuat Salo or the 120 Days of Sodom dicekal dan
dilarang tayang di beberapa negara.
10. Cannibal Holocaust
Film berjudul 'Cannibal Holocaust' ini
disebut sebagai cikal bakal film bergenre 'found footage' atau documentary
style' semacam Paranormal Activity dan lain sebagainya. Film yang dibuat pada
tahun 1980 ini menampilkan sebuah dokumentasi aktivitas dan kehidupan suku
kanibal sehari-hari. Cannibal Holocaust ini menceritakan sebuah tim pembuat
film dokumenter yang mencoba masuk di kelompok suku kanibal dan mengeksploitasi
kehidupan sehari-hai mereka. Karena merasa terusik, suku tersebut marah dan
membunuh serta memakan daging tim pembuat film.
Saat ditayangkan pertama kali di
Italia, banyak penonton yang mengira bahwa para pemerannya benar-benar mati
karena film tersebut dikemas seperti benar-benar nyata. Namun pihak sutradara
mencoba menghadirkan para pemeran secara langsung dalam kondisi hidup. Di film
Cannibal Holocaust, penonton disuguhi adegan pembantaian sadis dan memakan
daging manusia secara mentah. Tak hanya itu, adegan pemerkosaan brutal pun tak
luput dari film ini. Itulah yang membuat film Cannibal Holocaust dicekal oleh
beberapa negara.
11. The Clockwork Orange
Film karya Stanley Kubrick ini dicekal
di Inggris karena mencoba mengisahkan bagaimana masa depan negara yang terkenal
dengan ratu Elizabeth tersebut suram akibat perkembangan paham fasisme di
pemerintahan. Tak hanya itu, film ini juga menampilkan banyak adegan
pemerkosaan dan kekerasan.
Alhasil, pemerintah Inggris marah, pers
mengkritik besar-besaran terhadap Kubrick. Keluarga Kubrick sendiri mendapat
teror dan diancam oleh beberapa pihak. Parahnya, banyak pemuda di Inggris dan
melakukan pembunuhan di dunia nyata karena tidak ingin negaranya menjadi
seperti yang digambarkan oleh film The Clockwork Orange. Kontroversi menjadi
bertambah parah dan susah untuk dikendalikan.
Akhirnya Kubrick menghubungi pihak
Warner Bros untuk segera menghentikan penayangan film tersebut. Namun setelah
film dihentikan, ternyata para pemuda yang melakukan kriminal atau pembunuhan
itu sama sekali belum menonton film The Clockwork Orange. Mereka mengaku hanya
terpengaruh oleh pemberitaan media yang terlalu melebih-lebihkan. Fakta
tersebut membuat Kubrick menjadi sangat marah.
12. Noah
Ini adalah film terbaru di tahun 2014. Mengisahkan tentang Nabi
Nuh. Namun film ini banyak mengundang kontroversi, terutama dari pihak
masyarakat Islam. Mereka beranggapan bahwa film ini menyalahi ajaran Islam.
Nabi Nuh yang diperankan oleh Russel Crowe ini sangat bertentangan dengan
karakter nabi Nuh sesungguhnya.
Dalam film ini, digambarkan seorang Nabi Nuh yang pemarah,
pembunuh, bahkan bayi pun kembar yang baru lahir mau dibunuhnya, padahal itu
cucunya sendiri, walau pun tidak jadi akhirnya. Film ini dikecam dan dilarang
tayang di negara Islam dan negara yang mayoritas penduduknya Islam. Termasuk di
Indonesia.












makasih ndan
ReplyDeleteThat's good
ReplyDelete